Waktu aku bersamanya,
kutemukan diriku yang sesungguhnya.
tak harus ku berpura-pura,
karena dia menerimaku apa adanya.
dikala ku susah, dia menghiburku
menjadi teman dalam kesusahan
dan saudara ketika kusendiri
sahabat yang pernah hadir di hatiku.
kini dia pergi
ketempat yang tak bisa kujangkau
karena waktu yang memisahkan
sampai suatu saat waktu bukan lagi batas.
kesedihan yang kualami
cukup mengeringkan air mataku
setiap tetes air mata
mengingatkanku pada setitik kenangan
pergilah sahabatku
dengan tenang kulepas kepergianmu
pulanglah ketempat dimana kau seharusnya berada
sampai waktu menjemputku
untuk bertemu kembali